Sekolah Raya

Membangun ke-Indonesia-an Melalui Jendela Pendidikan Berbasis Alam Dan Budaya

Workshop Kamera Lubang Jarum

Tidak ada komentar
Pukul 10.00 WIB di Gedung Juang Tambun, Minggu 2 November 2014. Kang Ray Bachtiar Drajat, seorang pendiri dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia (Indonesia Pinhole Community) bersama sahabatnya yang juga memakai T-shirt bergambar logo KLJI sedang asik ngobrol dengan Bapak Agustian dari Jejaring Sekolah Raya. Pertemuan yang akrab ini bukan tanpa sebab, karena pada saat itu sedang berlangsung Workshop Kamera Lubang Jarum yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu. Kegiatan ini mengambil tema #Sumpah1000kaleng

Workshop Kamera Lubang Jarum
Peserta Membuat Kamera Lubang Jarum
 Ditemui disela workshop, Arie Haryana dari KLJI menjelaskan bahwa "Kegiatan workshop ini juga merupakan kegiatan fundrising untuk membantu adik-adik di Sekolah Alam Untuk Dhuafa di Tarumajaya Kabupaten Bekasi, jadi selain mendapat ilmu, kegiatan ini juga bermisi sosial untuk menjaga rasa solidaritas dan kesetiakawanan para peserta kepada orang-orang tidak mampu khususnya adik-adik di sekolah gratis seperti Sekolah Alam Anak Sholeh" ungkapnya bersemangat.

Sinar matahari yang terik menyinari Gedung Juang Tambun siang itu tidak menyurutkan semangat para peserta dan panitia, sendiri maupun berkelompok mereka terlihat serius mencoba mengabadikan objek melalui kamera lubang jarum hasil karyanya.

Panitia dari Komunitas Fotografi juga terlihat kewalahan melayani peserta baik saat proses pencucian hasil foto maupun yang mengisi ulang kamera dengan kertas foto emulsi, semua dilakukan manual dan proses seperti ini seperti menjadi keasikan sendiri bagi mereka.

Workshop Kamera Lubang Jarum di Gedung Juang Tambun
Bangga dengan hasil kreatifitas sendiri
Acara yang diagendakan selesai jam 3 sore ini akhirnya molor sampai jam 5 sore. "KLJ membutuhkan sinar matahari, seandainya masih ada matahari sampai jam 7 malam, mungkin sampai jam 7 para peserta akan terus bereksperimen dengan kamera kalengnya" tutur Erza bersemangat. Bahkan disaat panitia sedang bersiap untuk pulang masih berdatangan calon peserta. Salsabila dan 5 orang temannya dari salah satu SMPN Tambun datang dengan harapan dapat mengikuti workshop Kamera Lubang Jarum, sayangnya Salsa dan kawan-kawan terpaksa harus puas diajak mengenal kamera kaleng, cara mengisi film, ruang gelap dan hasil fotonya.
Workshop Kamera Lubang Jarum sekolah raya
"Penasaran melihat bagaimana caranya kaleng ini bisa menghasilkan foto" ungkap Salsa sambil memegang kamera kaleng. "Panitia sudah menyimpan nomor HP saya, nanti mereka kan memberi tahu kalau ada workshop lagi" katanya ceria.

Workshop Kamera Lubang Jarum di Gedung Juang TambunWorkshop Kamera Lubang Jarum di Gedung Juang Tambun
Di antara peserta tampak beberapa bikers dari DTC+ Cikarang juga terlibat pembicaraan dengan panitia dengan rasa ingin tahu yang besar. "Ini pengalaman yang menarik" ungkap Bro Wawan wakil ketua umum District Tiger Cikarang Plus singkat.

Secara keseluruhan acara workshop Kamera Lubang Jarum berjalan lancar dan sukses, peserta berbagai kalangan terdaftar sebagai peserta, kreatifitas memanfaatkan kaleng-kaleng rokok menjadi kamera adalah sebuah pengalaman unik, beberapa peserta dengan bangga menunjukkan karya foto yang mereka hasilkan dari kamera kalengnya.

Pukul 5 sore acara ditutup dengan sesi foto bersama panitia pelaksana dari berbagai komunitas.

Workshop Kamera Lubang Jarum di Gedung Juang Tambun
Foto Bersama Sekolah Raya

foto selengkapnya klik di Album G+ Sekolah Raya

Tidak ada komentar :

Posting Komentar