Sekolah Raya

Membangun ke-Indonesia-an Melalui Jendela Pendidikan Berbasis Alam Dan Budaya

Mengabadikan visual, Menceritakan jejak, Merayakan keberagaman

Tidak ada komentar
sekolah raya Mengabadikan visual, Menceritakan jejak, Merayakan keberagaman

sekolah raya Mengabadikan visual, Menceritakan jejak, Merayakan keberagaman

Minggu, 7 Desember 2014 adalah hari dimana Acara ini berlangsung, ratusan orang yang terdiri dari anak-anak SD sampai orang dewasa  yang berisi para Relawan, Instruktur dan Peserta workshop berbaur menjadi satu. Mereka datang bukan tanpa alasan, mereka datang karena percaya bahwa perubahan positif akan datang, terlebih dalam bidang pendidikan. Tentunya dengan suasana yang suka cita.

Sekolah Raya dengan Project nya yang sedang berlangsung (“MEREKAM JEJAK KAMPUNG DALAM KALENG”) mencoba untuk mengingatkan dan ingin menyelaraskan pandangan bahwa pendidikan tidak harus selalu tentang Matematika, Fisika dan Kimia dengan rumus baku yang bikin pusing kepala. Budaya, peninggalan sejarah, Lingkungan dan Alam pun tak luput dari ruang yang seharusnya di ekspos dalam pembelajaran kita semua. Yang dimana itu termasuk dalam satu point tujuan dari project ini: Meningkatkan dan menumbuhkan kecintaan peserta didik pada kampung tempat tinggalnya.

Workshop Kamera Lubang Jarum di Bundaran HI yang bertepatan dengan Car Free Day kemarin, diselenggarakan oleh Sekolah Raya yang bekerja sama dengan beberapa komunitas seperti: Sekolah Alam Anak Sholeh, Komunitas Lubang Jarum Indonesia , SMP Terbuka Samudera Jaya, Pondok Yatim Darussalam, Sobat Kolong, Sanggar HPPL, KMF Kalacitra, Flamboyan UNJ,  Ranita UIN, Blogfam dan KFB adalah langkah awal untuk mewujudkan harapan yang di cita-citakan. Yaitu menciptakan kepedulian anak-anak terhadap kampung atau lingkungannya sendiri, karena berawal dari rasa peduli, mereka akan tumbuh menjadi orang yang lebih kritis disertai dengan rasa ingin membangun perubahan pada lingkungannya.

Lebih dari 100 anak kesana-kemari untuk mencari objek yang ingin difoto dengan kamera kaleng yang diciptakannya sendiri. Mencari spot yang cantik untuk merealisasikan imaji nya kedalam sebuah kertas foto hitam putih yang tidak sedikit kecewa dengan karya yang dihasilkan karena ada yang over ataupun under setelah melalui tahap develop dikamar gelap dan tentunya lebih banyak dari mereka yang merasa puas dengan karya yang diciptakan, dengan bangga mereka berteriak-teriak untuk menunjukkan kegembiraannya karena merasa berhasil dengan perjuangannya. Seru.

Tidak sampai disitu, teman-teman dari Blogfam pun memberikan tips dengan sharing bagaimana cara membuat sebuah cerita tentang karya-karya lubang jarum yang telah mereka ciptakan. Karena sejujurnya, Kamera Lubang Jarum adalah sebuah media yang menekankan cerita pada setiap lembar karyanya. Tentu saja ini bagus untuk membangkitkan kembali budaya bertutur yang sudah tidak banyak diajarkan disekolah. (Arie Haryana)

Sekolah Raya


Tidak ada komentar :

Posting Komentar