Sekolah Raya

Membangun ke-Indonesia-an Melalui Jendela Pendidikan Berbasis Alam Dan Budaya

Hour of Code 2015 di Sekolah Raya

2 komentar
Hour of Code 2015 adalah gerakan global memberdayakan 200 juta anak di lebih dari 180 negara untuk belajar memprogram komputer pada bulan Desember. Di Indonesia Hour of Code 2015 diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia antara tanggal 12-20 Desember 2015 secara gratis untuk setiap siswa dan menjadi gerakan nasional Hour of Code terbesar di dunia.

Selama pelaksanaan, anak-anak dan orang dewasa diarahkan untuk bermain game coding dalam kelompok belajar, secara online / offline , sehingga mereka dapat belajar prinsip dasar dari logika dan algoritma pemrograman secara menyenangkan. Kegiatan ini memungkinkan semua orang, dari siswa, guru dan orang tua untuk belajar coding.
Hour of Code 2015 di Sekolah Raya

Prinsip di balik event Hour of Code adalah untuk membentuk kesadaran, membuat siswa, guru, orang tua dan komunitas berani dan percaya diri dalam kondisi mereka saat ini, di sekolah dan komunitas mereka saat ini untuk belajar coding. Kekuatan untuk menciptakan ini sangat kuat di setiap anak muda dan banyak sekali pihak yang suka dengan kesempatan untuk dapat “menciptakan” sesuatu melalui coding.

Dengan motivasi bahwa setiap anak berhak mendapat kesempatan pembelajaran yang sama, tidak terkecuali bagi anak-anak kaum marjinal dan dhuafa, Sekolah Raya pun ambil bagian dalam rangkaian Hour of Code Indonesia. Dipandu oleh relawan-relawan Sekolah Raya yang sebelumnya telah mengikuti Training the Trainer (TTT) pada Rabu, 9 Desember 2015 lalu di kantor redaksi salah satu harian nasional, Sekolah Raya menggelar acara Hour of Code bagi siswa-siswa dari jejaringnya seperti SMP Terbuka Tarumajaya, SMP Terbuka Ilalang, dan Sekolah Alam Anak Soleh pada Sabtu, 19 Desember 2015 di Rumah Baca HOS Tjokroaminoto, Villa Mutiara Gading I Blok H, Desa Setia Asih, Tarumajaya, Bekasi.

Hour of Code 2015 di Sekolah Raya

Liputan:

2 komentar :

Posting Komentar

Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 [Press Release]

Tidak ada komentar
Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 yang mengusung tema “Merekam Jejak Relawan”,  merupakan satu kesatuan dan keberlanjutan dari Jambore Relawan Sekolah Raya 2014 yang bertema “Visioning Sekolah Raya”.

“Merekam Jejak Relawan” bertujuan untuk menuliskan kembali pengalaman-pengalaman para relawan pendidikan di Indonesia, mempelajari polanya, untuk kemudian pola-pola tersebut diformulasikan menjadi suatu desain kurikulum pendidikan. Desain kurikulum pendidikan yang akan dihasilkan tentunya diharapkan sejalan dengan semangat Sekolah Raya dalam mewujudkan basis pendidikan dengan media utama adalah alam dan budaya.

Jika tahun lalu sebagai tahun pertama penyelenggaran, Jambore Relawan Sekolah Raya diikuti oleh 50 peserta yang baru sebatas berasal dari wilayah Jakarta, Bekasi, dan Malang saja. Di tahun ini mencapai 100 peserta yang memberikan konfirmasi kehadiran, tidak hanya datang dari kawan-kawan penggiat literasi dan pendidikan (Rumah Baca dan Komunitas) yang berdomisili di Jabodetabek. Tidak juga hanya dari kawan-kawan di Pulau Jawa seperti Banten, Bandung, Cirebon, Kediri, dan Malang. Melainkan juga dari kawan-kawan yang datang langsung dari Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah, dan perwakilan kawan-kawan di Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Sesuai dengan tema “Merekam Jejak Relawan”, maka pada Jambore Relawan tahun ini Sekolah Raya menghadirkan sejumlah narasumber dengan kompetensi dibidang kepenulisan. Mereka adalah Muhammad Farhan (presenter), Ahmad Fuadi (penulis), Fauzan Mukrim (penulis), Stanley Meulen (penulis), Indah Julianti Sibarani (blogger), dan Yosep (jurnalis). Dan Ridho “Cak Ipoel” Saiful yang karena satu dan lain hal di gantikan Mbak Henny Budi Hastuti sebagai fasilitator yang akan memandu berjalannya acara Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 di hari kedua.

Berikut serangkaian acara Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 – “Merekam Jejak Relawan” yang diselenggarakan di:
Sekolah Dhuafa – Sekolah Alam Anak Sholeh/ Rumah Baca HOS Tjokroaminoto
Vila Mutiara Gading Blok H, Desa Setia Asih - Tarumajaya, Bekasi


HARI PERTAMA
07.00 – 08.30 Registrasi Peserta (bersamaan Makan Pagi)
08.30 – 09.00 Penyambutan: Atraksi Palang Pintu dan Tari Sirih Kuning (tentative)
09.00 – 09.10 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, 3 stansa
09.10 – 09.15 Pembacaan Susunan Acara
09.15 – 09.20 Sambutan Ketua Panitia
09.20 – 10.45 Materi: Story Telling Menjadi Buku – Ahmad Fuadi (Penulis)
10.45 – 11.45 Paparan: Membangun Indonesia Melalui Jendela Pendidikan – Muhammad Farhan (Presenter)
11.45 – 12.00 ICE BREAKING
12.00 – 13.00 Istirahat – Sholat – Makan Siang
13.00 – 14.00 Perkenalan Sekolah Raya – Agustian (Pendiri Sekolah Raya)
14.00 – 16.00 Materi: Basic Writing – Stanley Meulen (Penulis)
16.00 – 16.30 COFFE BREAK
16.30 – 18.00 Materi: Volunteer’s Diary – Fauzan Mukrim (Penulis)
18.00 – 19.00 Istirahat – Sholat – Makan Malam
19.00 – 20.30 Materi: Penulisan Fitur – Yosep (Jurnalis TEMPO Media)
20.30 – 21.30 Materi: Digital Diary dan Media Sosial – Indah Julianti (Blogger)
21.30 – 22.00 ICE BREAKING
22.00 – 22.10 Penutupan Hari Pertama


HARI KEDUA
07.30 – 08.30 Re-registrasi Peserta (bersamaan Makan Pagi)
08.30 – 08.15 Pembacaan Susunan Acara
08.15 – 09.30 Review Proses Hari Pertama
09.30 – 12.00 Merekam Jejak Relawan
12.00 – 13.00 Istirahat – Sholat – Makan Siang
13.00 – 16.00 Merekam Jejak Relawan
16.00 – 17.00 Penutupan Kegiatan

Salam Kebaikan.
Panitia Jambore Relawan Sekolah Raya 2015

Ketua Pelaksana

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

H-4 menuju Jambore Relawan Sekolah Raya 2015

Tidak ada komentar
H-4 menuju Jambore Relawan Sekolah Raya 2015

“Ih bener lah ini persiapan jambore kayak mau beranak yah. Kepalaku migrain dari Minggu haha.” “Karna responnya di luar dugaan, walau pun nyebar undangan emang banyak.” adalah sekelumit percakapan diantara sesama panitia Jambore Relawan Sekolah Raya tahun ini.

Respon dan atusiasme yang diberikan oleh sejumlah peserta undangan memang lah cukup membuat panitia tergagap dalam menyiapkan agenda Jambore Relawan Sekolah Raya tahun ini, yang mengusung tema “Merekam Jejak Relawan” .  

Namun hal tersebut sekaligus juga memberi semangat baru bagi Sekolah Raya dalam memperluas jejaring literasi dan pendidikan, mengenal lebih banyak kawan bertukar pikiran dalam memformulasikan kurikulum pendidikan berbasis alam dan budaya.

Jika tahun lalu sebagai tahun pertama Sekolah Raya dalam menyelenggarakan Jambore Relawan dengan tema “Visioning Sekolah Raya” diikuti oleh 50 peserta yang baru sebatas berasal dari Jakarta, Bekasi, dan Malang saja.

Di tahun ini lebih dari 70 peserta yang memberikan konfirmasi kehadiran tidak hanya datang dari kawan-kawan penggiat literasi dan pendidikan yang berdomisili di Jabodetabek. Tidak juga hanya dari kawan-kawan di Pulau Jawa seperti Banten, Bandung, Cirebon, Kediri, dan Malang.  Tetapi juga dari kawan-kawan perwakilan di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur,  hingga Papua.

Tak ketinggalan, narasumber ternama dengan kompetensi yang sesuai dengan tema Jambore Relawan Sekolah Raya tahun ini pun berkenan berbagi bersama dalam kegiatan ini. Mereka diantaranya adalah Muhammad Farhan (presenter), Indah Julianti Sibarani (blogger), Ahmad Fuadi (penulis), Fauzan Mukrim (penulis), dan Stanley Meulen (penulis).

Maka tidaklah berlebihan jika di H-4 menuju Jambore Relawan Sekolah Raya 2015, kami dengan segenap kerendahan hati tetap menjaga harapan dalam do’a, semoga alam semesta memberikan dukungan positif bagi pelaksanaan acara ini.

(Testimoni seorang panitia)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Jambore Relawan Sekolah Raya 2015: Merekam Jejak Relawan

Tidak ada komentar
Jambore Relawan merupakan salah satu metode untuk mengapresiasi pribadi pro perubahan, kelompok yang terus berada di garis depan mewujudkan Indonesia yang berjaya. Jambore Relawan Sekolah Raya pertama kali diadakan pada September 2014 dengan mengusung tema “Visioning Sekolah Raya”, dan pada jambore kali ini merupakan evaluasi tahun pertama Sekolah Raya berjalan dan mengusung tema “Merekam Jejak Relawan” yang merepresentasikan pengalaman dan gagasan/ide para relawan yang bergerak di bidang pendidikan.
Jambore Relawan Sekolah Raya 2015: Merekam Jejak Relawan

TEMA JAMBORE
“Merekam Jejak Relawan”

Merekam Jejak Relawan bertujuan untuk menuliskan kembali pengalaman-pengalaman para relawan pendidikan di Indonesia, kemudian mempelajari polanya, dan memformulasi pola-pola tersebut menjadi suatu desain kurikulum pendidikan.

TUJUAN
  • Mendesain kurikulum pendidikan berdasarkan pola yang diperoleh dari pengalaman para relawan pendidikan
  • Ajang silaturahmi dan membagi pengalaman antar jejaring Sekolah Raya dan Penggiat-penggiat di bidang pendidikan di Indonesia
  • Sebagai tahapan rekrutmen dan meningkatkan pengetahuan relawan tentang desain Sekolah Raya
  • Evaluasi satu tahun perjalanan Sekolah Raya
  • Ajang sharing kurikulum pendidikan berbasis alam dan budaya

PELAKSANAAN 

Sabtu-Minggu, 28-29 November 2015
Lokasi : Rumah Baca HOS Tjokroaminoto, Tarumajaya, Bekasi

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Open Recruitment Relawan Sekolah Raya

Tidak ada komentar
Open Recruitment Relawan Sekolah Raya


Suka mengajar dan memiliki passion untuk membantu sesama?
Sekolah Raya membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang ingin berkontribusi menjadi relawan pendidikan. Persyaratannya
  • Usia 20 – 35 tahun
  • Bersedia meluangkan waktu hari sabtu/minggu untuk mengajar di SD Alam Anak Soleh, SMP Terbuka Tarumajaya Bekasi dan Sobat Kolong (bisa memilih salah satu)

Formulir biodata pendaftaran relawan bisa download DI SINI. Pengisian formulir dikembalikan ke email: admin @ sekolahraya.net paling lambat tanggal 15 November 2015. 

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Raya murni non-profit, profil mengenai jaringan Sekolah Raya yang membutuhkan relawan dapat dilihat di:
  • SD Alam Anak Soleh (klik: www.sekolahalamuntukdhuafa.org)  di Perumahan Vila Mutiara Gading Blok F3 No. 26 Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat
  • SMPT Tarumajaya (klik: Profil) di Kampung Tambun Bulak Rt.01/02. Ds. Samudrajaya Kec. Tarumajaya. Kabupaten Bekasi
  • Sobat Kolong (Klik: Profil) di Kolong Jembatan Season City, Latumeten, Jakarta Barat

Mari bersama kita wujudkan hak memperoleh pendidikan yang layak bagi adik-adik kita yang tidak mampu, namun memiliki harapan yang tidak pernah terbatas.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Widya Wisata SMP Terbuka ke Kota Tua Jakarta

Tidak ada komentar
Widya Wisata Kota Tua Jakarta SMP Terbuka TKB Samudrajaya Tarumajaya Bekasi bersama Sekolah Raya Bekasi dilaksanakan tanggal 19 September 2015

Acara ini terselenggara dengan bantuan Komunitas Pejalan Adverslicious, Relawan KFP (Komunitas Filantropi Pendidikan) dan Djuanda Jersey.

Sekolah Raya Widya Wisata SMP Terbuka ke Kota Tua Jakarta


Agenda: 

06.30 : Adik-adik dan pendamping berangkat dari Ds.Samudrajaya Bekasi (dengan bis)
08.00 : tiba di Taman Fatahillah
08.00 - 08.30 : pengarahan, pembagian snack sarapan pagi
08.30 - 09.00 : pembagian kaos, pengumpulan tulisan pendek tentang "kenapa saya ingin ke Kota Tua"
09.00 - 10.30 : Tur Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
10.30 - 12.00 : Tur Museum Keramik
12.00 - 13.00 : Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan) di Museum Keramik
13.00 - 14.30 : Tur Museum Wayang
14.30 - 15.00 : Menuju Masjid Istiqlal
15.00 - 16.00 : di Masjid Istiqlal
16.00 : pulang




Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Bincang Literasi Internet Sehat

Tidak ada komentar

Bincang Literasi Internet Sehat

RADIOANNISA.COM, TARUMAJAYA – Rumah Baca Hos Tjokroaminoto menggelar bincang literasi dengan tema Internet Sehat, Sabtu (12/09) di Sekolah Alam Anak Sholeh, di Perumahan Villa Mutiara Gading Blok F3 No. 26, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kab. Bekasi.

Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini, diisi dengan berbagai cerita tentang sejarah dan pentingnya internet sehat oleh Solikhin, salah satu anggota Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Alfan Kasdar yang memperkenalkan Atmago App sebagai salah satu aplikasi jejaring media sosial lokal.

Bisot Munzir, penggiat Rumah Baca Hos Tjokroaminoto mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengajak warga Tarumajaya terutama generasi mudanya untuk mengetahui penggunaan internet sehat dan mendorong mereka untuk memanfaatkan internet dengan baik.

Menurutnya, saat ini masih banyak generasi muda di Kecamatan Tarumajaya yang belum menggunakan internet sesuai fungsinya dan mengoptimalkan manfaatnya.

“Internet bisa digunakan untuk hal positif ataupun negatif. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kita bisa memanfaatkan sisi positifnya. Tidak hanya sekedar senang senang saja, tapi untuk sesuatu yang bermanfaat. Internet bisa digunakan untuk belajar, menambah relasi dan tentunya memperkaya informasi,” ungkap Bisot.


Sumber: RADIOANNISA

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/v/t1.0-9/12011366_10206761160803531_3082052509794726579_n.jpg?oh=034029915a87aa0979631642de4c2c0e&oe=5666E177
________________________________

Anazkia:
Pada akhirnya, fungsi Rumah Baca (Rumba) tak hanya melulu untuk kegiatan membaca buku saja. Mengikuti perkembangan digital tekhnologi yang semakin pesat, kemarin malam bertempat di Rumba Hos Tjokroaminoto diadakan ngobrol bareng dengan tema, "Internet Sehat, Keluarga Sehat"

Dua pembicara Massol dari qwords dan Mas Alfan dari Atmago memberikan sedikit pencerahan mengenai apa itu internet dan penggunaannya kepada para warga.

Terima kasih buat ketua Rumba HOS @nophang yang selalu mengajak saya jadi tim horeh pada setiap kegiatan kerennya.

Terima kasih kepada @massolpanjava dan @salmanbiroe

Terima kasih kepada teman-teman keren kak @iinlho dan Kak @ije306
Terima kasih banyak banget sekali buat keluarga Om Agus Tian sekeluarga yang selalu menyediakan makanan2 istimewa. Terima kasih buat Om @bisot yang selalu memberikan ilmu barunya. Terima kasih buat Pak Adi yang selalu menggambarkan inspirasi tak bertepi.

Terima kasih, semuanya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Workshop KLJ, Fun Photography, Fun Writing

1 komentar
Workshop Kamera Lubang Jarum dari Instruktur Muda

Workshop KLJ, Fun Photography, Fun Writing
Workshop KLJ, Fun Photography, Fun Writing

Siang itu, Sabtu 30 Mei 2015, kawan-kawan dari Jurnal Khatulistiwa dan Bekasi Foto hadir bersama untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disepakati dengan pihak Bang Agustian dari Sekolah Alam Anak Sholeh dan jaringan Sekolah Raya. Serunya, kami datang bukan saja sebagai kakak-kakak yang akan menyampaikan materi fotografi dan menulis saja, tapi kami juga datang untuk menerima sharing ilmu dari para instruktur muda Kamera Lubang Jarum (KLJ). Apa tuh KLJ? Kamera sederhana yang terbuat dari kaleng bekas yang kemudian dilubangi dengan jarum dibantu dengan lakban hitam. 
Usut punya usut, ternyata KLJ ini telah menjadi salah satu kurikulum dalam pembelajaran SD Alam Anak Sholeh. Lah kok bisa? Bisa dong, karena KLJ secara langsung mengajarkan proses pembangunan karakter dari awal pembuatan hingga karya finalnya. Selain unsur mata pelajaran seperti Fisika, Kimia, dan Matematika, seperti mengatur jarak foto untuk mendapatkan cahaya yang pas, mencampur cairan untuk bisa mencetak hasil foto, dan keasyikan yang lain.

Dari Jurnal Khatulistiwa saat itu ada saya, Enno, Erlangga ‘Botak’, Rafly, Rio, Ucup, Rahmat, Arif ‘Cimba’, Adit, Tyas, serta Sena. Kami semua bergabung dengan kawan-kawan dari Bekasi Foto yang saat itu diwakili Bang Guts, Iddin, Heru, juga Syahrul ‘Buluk’. Semuanya antusias mendengarkan pengarahan dari adik-adik trainer, Ikhsan, Maulana, dan disusul Nugraha. Kami kagum bukan saja karena mereka yang secara usia masih muda sudah mampu berbagi ilmu dengan kami yang lebih dewasa, tapi lebih dari itu. Kami begitu mengapresiasi prestasi yang sudah mampu ditorehkan. Seperti Nugraha yang pada usianya yang masih 15 tahun sudah dinobatkan sebagai instruktur muda oleh Komunitas Lubang Jarum Indonesia. Begitu pula Ikhsan, dan beberapa kawannya yang lain yang sudah pernah mengadakan lawatan ke Malaysia untuk berbagi tentang KLJ di Permata Pintar, Universitas Kebangsaan Malaysia, sekolah setingkat SMA disana.

Workshop Fotografi dari Bekasi Foto dan Diskusi Teras

Agenda dilanjutkan dengan workshop fotografi dari Bekasi Foto yang disampaikan oleh Bang Guts Wateva. Kali ini, adik-adik yang udah sangat fasih tentang KLJ dan sedikit dasar fotografi yang kurang lebih nyambung, diajak untuk mengenal apa itu fotografi dan bermain-main dengan kamera DSLR. Dibagi beberapa kelompok, mereka asyik bereksplorasi berbagai gaya memotret didampingi kakak-kakak pendamping. Ada yang takut megang kamera karena berat dan takut jatuh. Ada yang nggak mau megang sama sekali karena pesimis nggak bisa, ada yang nyengir kegirangan karena jadi obyek foto, ada yang nggak mau berhenti motret meski waktu udah habis, dan tingkah unik yang lain. Ya, begitulah mereka. Bagaimanapun mereka masih tetap anak-anak, hehe… Di akhirworkshop, Bang Guts menyampaikan bahwa kalau melakukan semuanya dengan cinta, termasuk cinta dengan dunia fotografi, maka uang adalah dampak positif yang lain yang bekerja secara otomatis. Hm, interesting!

Lepas workshop tersebut, kami diajak Bang Agustian untuk berdiskusi santai di teras Rumba HOS Tjokroaminoto dan sekaligus ditraktir nasi goreng, yey! Bang Agus berkisah bahwa dulu awal-awal mendirikan sekolah ini bermula dari 2006, masih ada anak-anak yang mengintip dari jendela sekolah luar, untuk melihat proses belajar di sekolah. Untuk apa? Karena mereka sendiri tak bisa menikmati kemewahan itu. Keterbatasan ekonomi orang tuanya yang sebagian besar bekerja sebagai buruh, pembantu rumah tangga, pemulung, atau pekerjaan serabutan lainnya cukup menjadi alasan utama ketidakberdayaan mereka mengenyam bangku sekolah. 

Workshop KLJ, Fun Photography, Fun Writing

Workshop ‘Fun Writing’     

Selepas menginap semalam, keesokan harinya, Minggu 31 Mei 2015, saya ditemani Bang Nana dari Bekasi Foto melanjutkan agenda yang tersisa. Tak seramai kemarin, karena beberapa kawan-kawan Jurkhat harus segera naik kapal untuk menjalankan tugas berlayar di event akbar Ekspedisi Nusantara Jaya. Viva kawan! Namun, tak kalah serunya, Minggu (31/05) itu, kami kedatangan kawan-kawan baru dari jaringan Sekolah Raya. Ada kawan lama saya, Anwar dan istrinya yang juga Direktur program Sekolah Raya, Nana Zuri. Ada pula Salman dari blogfam, juga Ade dan Dias.

Diawali dengan pemutaran film berjudul ‘The Turtle World’ yang berisikan pesan lingkungan, saya pun bermain-main dengan adik-adik dan kakak-kakaknya untuk menuliskannya kembali dengan bahasa mereka disertai dengan gambar-gambar yang paling diingat. Hasilnya, bisa dilihat di rumba, jadi salah satu pajangan dinding Selepas itu, adik-adik saya ajak untuk mengenal basic penulisan 5W + 1H dan bereksperimen dengan karya foto KLJ mereka. Tujuannya, supaya mereka bisa membuat fotonya lebih bercerita. Menurut saya sih, mereka udah punya basic menyusun kata-kata yang bagus, cuma perlu dirapikan sistematikanya aja. Semoga ke depan, mereka bisa membuat semacam informasi kekinian tentang aktivitasnya di sekolah dan rumba, bisa berupa mading, buletin, atau dalam bentuk elektronik semacam blog. Semangat!

Workshop KLJ, Fun Photography, Fun Writing

Artikel ini hanya sebagian salinan dari tulisan Mbak Prita di Facebook Notes-nya, baca selengkapnya di SINI.

1 komentar :

Posting Komentar

Belajar Membuat Mading Kreatif (SMP Terbuka)

Tidak ada komentar

Kreativitas bukanlah menemukan sesuatu yang baru, tetapi membuat sesuatu yang sudah ada menjadi baru – James Russell Lowell
Beberapa hari lalu, saya didaulat Blogger Family (Blogfam) untuk berbagi mengenai cara membuat majalah dinding di SMP Terbuka di daerah Bekasi, tepatnya di Desa Samudra Jaya. Ester (SMP Terbuka) merupakan salah satu dari beberapa sekolah yang masuk dalam jaringan Sekolah Raya. Rasa senang dan bangga dapat menularkan virus kreativitas hinggap di dada.

Sebelum membahas majalah dinding secara keseluruhan, saya bisa berbagi cerita asal mula perkenalan saya dengan dunia mading (majalah dinding). Tepatnya di Madrasah Tsanawinyah (MTSN) Pemalang, sebuah sekolah dengan konsep Agamis, dibawah naungan Departemen Agama, yang merupakan tempat pertama saya mengenal apa itu Mading.

Awalnya saya melintas di depan perpustakaan sekolah, tepat di depan perpustkaan terdapat beberapa papan pengumuman dari sekolah. Mata saya tidak langsung tertuju pada pengumuman sekolah, namun saya melihat tulisan yang tak biasa, berwarna-warni, sangat menarik dan kreatif. Ternyata, karya tersebut bernama "Mading". Kemudian saya mulai tertarik untuk membuat sebuah puisi dan menampilkannya di mading MTSN Pemalang.

Pertemuan pertama begitu mengoda. Mungkin situasi inilah yang membuat saya semakin terpacu untuk terus berkarya. Dari momen inilah, saya mulai menulis puisi secara rutin di buku diary. Sampai-sampai saya memiliki beberapa buku yang penuh dengan puisi. Dan, saat kuliah pun, saya aktif diberbagai bidang terutama jurnalistik dan sastra, padahal saya kuliah di jurusan akuntansi. Namun, antusiasme itu makin menjadi, apalagi setelah saya membuat blog pribadi yang berisi puisi dan catatan harian.

Begitulah kira-kira yang melatarbelakangi kecintaan saya terhadap dunia kreativitas sampai saat ini.
Matahari memancarakan sinarnya secara penuh sehingga membuat suhu naik seketika siang itu. Sebuah sepeda motor milik Mas Bisot berhenti sempurna di halaman sebuah SMP di Samudra Jaya, Bekasi. Saat Saya turun dari motor beberapa murid yang berseragam pramuka menyambut saya dengan cium tangan. Mereka sangat antusias menyambut saya, karena mereka tahu, bahwa saya akan sharing mengenai mading. Kemudian langkah kaki saya pacu dengan cepat karena Pak Adi, Kepala Sekolah SMP Terbuka, telah berada di sebuah ruangan terbuka dengan beberapa murid lain.

Senyum simpul dan tulus menyambut saya di ruangan tanpa pintu dan jendela serta tak berlantai keramik. Masih dalam tahap pembangunan, dan menantikan beberapa donasi dari pihak yang dermawan. Kemudian saya duduk, dan memulai materi yang kali ini saya bawakan dengan ringan.

Baca selengkapnya di sini --> blog Mas Salman.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Empat Siswa SAAS Lawatan ke Malaysia

Tidak ada komentar
EMPAT siswa Sekolah Alam Anak Sholeh (SAAS) kini terus mengasah kemampuannya sebelum bertolak ke Malaysia pada 20 Maret besok. Mereka didaulat mewakili Indonesia untuk memberikan workshop tentang fotografi Kamera Lubang Jarum (KLJ).

sekolah raya Empat Siswa SAAS Lawatan ke Malaysia


Empat orang siswa tersebut yakni Agil, Alif, Iksan dan Fajar. Mereka masuk dalam tim instruktur muda Indonesia yang akan memberikan pengetahuan tentang KLJ di Permata Pintar University Kebangsaan Malaysia, selama dua hari.

Founder Sekolah Raya, Agustian menjelaskan, KLJ menjadi salah satu kurikulum di sekolahnya. Karena fokus pada jenis mata pelajaran itu, maka beberapa muridnya mendapatkan kesempatan memberikan workshop di Negeri Jiran.

“Di mana pembelajaran seni Fotografi dan Sains dengan memanfaatkan bahan kaleng bekas. Beberapa siswa didik Sekolah Alam Anak Sholeh telah menjadi instruktur KLJ termuda se-Indonesia dan beberapa kali memberikan training kepada siswa SMA, guru sekolah lain dan mahasiswa Korea Selatan di Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakan Agustian, dalam lawatan ke negara tetangga itu, ada misi yang harus dicapai dari anak didiknya. Secara umum misi tersebut yakni untuk mempererat persaudaraan serumpun antar Indonesia dengan Malaysia. (put)


Sumber: GOBEKASI Kamis, 19 Maret 2015

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Peresmian Rumah Baca HOS Tjokroaminoto

Tidak ada komentar
Rumah Baca HOS Tjokroaminoto Sekolah Alam Anak Saleh Tarumajaya yang merupakan inisiasi Abang Mpok Kab. Bekasi melalui kegiatan Harmoni Bhakti Abang Mpok Kab. Bekasi 2015 diresmikan oleh Hamdan Zoelva, Ketua Mahkaman Konstitusi periode 2013-2015 pada Minggu (22/02/2015).


Hadir pada kesempatan ini, UrbanCikarang kali pertama menjejakkan kaki di Sekolah Alam Anak Saleh Tarumajaya yang berlokasi di Perumahan Villa Mutiara Gading Blok E, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya yang menjadi kecamatan paling utara di Kab. Bekasi. Sekolah Alam Anak Saleh merupakan sekolah bagi anak-anak dhuafa disekitar Tarumajaya. Digawangi Agustian @ojeksufi sekolah ini hadir untuk anak-anak yang terpinggirkan atau termarjinalkan. Termarjinal bukan berarti tidak bisa berprestasi, justru anak-anak Bekasi ini mampu menorehkan prestasi dikancah internasional.

Diantaranya di Malaysia dan Korea, anak-anak ini diundang menjadi pembicara bahkan menjadi dosen tamu bagi mahasiswa universitas di luar negeri. Bahkan banyak tamu-tamu dari dunia pendidikan internasional hadir ke sekolah ini untuk mempelajari kurikulum berbasis alam dan budaya yang dianut di sekolah ini.

Memiliki gedung seadanya dengan beberapa lokal dengan dana PNPM Mandiri dan keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat anak-anak ini untuk terus belajar dan berprestasi.


Rumah Baca HOS Tjokroaminoto yang hadir di sekolah ini menjadi harapan yang menjadi kenyataan bagi anak-anak ini, mereka kini memiliki rumah baca yang dapat menambah pundi-pundi pengetahuan mereka dengan berbagai macam ilmu. Diruang yang memiliki luas kurang lebih enam meter persegi ini buku-buku ditata apik didalam rak-rak sesuai klasifikasinya, pun dilengkapi dengan pendingin ruangan dan beralas karpet biru yang cukup nyaman untuk rumah baca.

Acara peresmian Rumah Baca HOS Tjokroaminoto dimulai dengan penampilan RIAK Musik dari UKM musik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membawakan lagu-lagu penyemangat bagi anak-anak untuk terus maju, bahkan diakhir penampilan mereka berkolaborasi membawakan lagu Laskar Pelangi dengan syahdunya. Seolah lagu ini menggambarkan juga semangat mereka yang ingin menggapai cita-cita setinggi-tingginya. Usainya, Wajah Band bergenre etnik menampilkan lagu-lagu daerah dengan apik dan merdu dari alunan alat-alat musik tetabuhan, seruling, bambu, bass.



Acara yang berlangsung dengan suasana keakraban ini dilanjut dengan penampilan anak-anak Sekolah Alam Anak Saleh yaang berkolaborasi dengan Mpok Kabupaten Bekasi menyuguhkan Tari Nandak salah satu tari betawi yang populer, bahkan jalannya tarian ini "diganggu" dengan para penonton yang ikut gembira dan menari bersama ingin memeriahkan acara peresmian ini. Halimah sang pendekar cilik Cakra Buana menyusul sesudahnya menyuguhkan gerak indah seni bela diri pencak silat, seorang diri Halimah gagah bergerak menampilkan jurus-jurus bela dirinya.

Giffany Artha perwakilan Abang Mpok Kab. Bekasi menyerahkan secara simbolis serah terima Rumah Baca HOS Tjokroaminoto kepada Agustian dan anak-anak Sekolah Alam Anak Saleh, dalam sambutannya Giffany menyampaikan bahwa Rumah Baca HOS Tjokroaminoto merupakan wujud bakti Abang Mpok Kab. Bekasi untuk terus memajukan Kab. Bekasi, harapannya dengan kehadiran Rumah Baca HOS Tjokroaminoto bermanfaat bagi warga sekitar pada umumnya dan anak-anak Sekolah Alam Anak Saleh pada khususnya.



Istimewanya acara peresmian Rumah Baca HOS Tjokroaminoto adalah dengan kehadiran langsung keluarga pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto mereka adalah generasi keempat atau cicit-cicit dari HOS Tjokroaminoto diantaranya Aulia Takim yang menyampaikan sambutannya dengan antusias mengisahkan bagaimana perjuangan HOS Tjokroaminoto yang juga merupakan guru dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Penyerahan donasi 50 buku dari SMKN2CIKBAR untuk Sekolah Alam Raya, Tarumajaya Bekasi. Melalui komunitas Bekasi Vidgram, @bekvidgram 
#latepost #bekvidgram @ampokkab_bekasi
Penyerahan donasi 50 buku dari SMKN2CIKBAR komunitas Bekasi Vidgram

Baca selengkapnya di UrbanCikarang

Berita serupa:
Bekasi business
GoBekasi
Picbi


Tidak ada komentar :

Posting Komentar